August 29, 2009

Stay Young and Live Longer

I have an insight, how to make our body, our life stay young.. Look, i always feel scared about getting older and older every day...So, i write this because its really important for me..(and for you too, maybe)..

Here's the tips..

1. Sun bathing for 15 minutes to get vitamin D
2. Cut the meat, replace foods with vegetables and fruits
3. You don't want to be a vegan? Replace meat with fish and nuts.
4. Drinking wine (red wine is better) 1-2 glass(s) per day
5. Exercise as much as possible and do physical activity for yourself
6. Replace cow's milk with goat's milk
7. Keep walking
8. Drink lots of water
9. Have a sense of purpose. we must know our purpose everyday.
10. Spending time with younger people
11. Don't ever think to retire and relax. Keep working.
12. Laugh is better than buy something in a drugstore.
13. No smoking and drinking.
14. Believe in God

Last but not least, Do that 14 things continuously and make a ritual.

Lets make your life healthier, better, and more meaningful.. God Bless Us!

August 23, 2009

i WANT TO BE AS FAMOUS AS PERSIL AUTOMATIC


As a teenager, Victoria Beckham's ambition was not just to be better than her mates or even be famous singer but to become a world brand.

She not only dreamed about it, but wanted it enough to go about getting it. That in itself makes her different from most of us.

It's not how good she was that mattered, it's how good she wanted to be.

What is interesting in her quote is that she didn't compare herself with Goerge Michael or Mariah Carey, rather she saw the fame if Persil Automatic as her yardstick.

Laugh at it as you may, it's this highly original imagination that got her where she is today.

Written by : Paul Arden


This note is really inspiring me. Well, for your information, i've never had a dream...My life is playing with "Go with the flow"... so, i'm not sure about what's my favorite, what's my goal, what's my dream..and sometimes (sadly), i dont know about what am i supposed to feel...

But, after i read this note, i dont know...its really touch my heart. And starting from today, i just cant stop my brain & my heart to think about...whats my goal? whats the best for me?

Then, dreams, one by one are just pumping out...and, here it is......(i know, you may not be interested but i dont care..LOL)

Short term goals :
1. i can buy a car from my own income and saving in my 25.
2. i can design the interior of my apartement, and of course, i have to buy the furniture by myself. as soon as possible..
3. Have a business.
3. i'll finish my study at Prasetiya Mulya at least with GPA 3.3
4. Get a job in....
a. Sampoerna
b. Either Telkomsel, Indosat or Excelcomindo
c. Ismaya Group
d. Unilever for consumer goods
e. Chevron or Medco
5. Become a Miss Indonesia two thousand and something...(ahaha..its my 'alter ego' dream, i think) 

Long term goals:
1. Living in the other country, with my husband and children for 2-5 years then back to Jakarta.
2. Become the best marketer in Indonesia. I WANT TO BE MORE FAMOUS THAN Hermawan Kartajaya.
3. Traveling around the world as many place as possible.
4. Buy the house for my parents.

And there are my dreams. Actually, its just 40% of my dreams, but i think it will be difficult to realize all of my dreams. So, i've chosen the most...

Keep watching, guys!! I'll make my dreams come true...



August 20, 2009

Pantaskah Kita Berseru Marah?

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan 230 suku, membuat negara kita "tercinta" ini sangat kaya. Kaya akan sumber daya alam, kaya akan potensi, and tentunya kaya akan kebudayaan. Namun menyedihkannya, kekayaan tersebut tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan miskin rasa nasionalisme.

Nampaknya hal ini terlihat jelas oleh negara tetangga kita, Malaysia. Melihat kemiskinan yang dimiliki Indonesia tersebut, mereka secara bertahap mulai meng-claim kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan negaranya. Seperti lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Batik Jawa dan terakhir saya melihat Malaysia mengklaim Tari Pendet dari Bali sebagai bagian dari kebudayaan mereka.

Malingsia...begitulah ungkapan kemarahan masyarakat Indonesia saat melihat negara tersebut mencuri satu per satu kebudayaan kita. Saya sendiri? Saya tidak berani mengeluarkan umpatan apapun karena saya tidak tahu siapa yang salah.

Malaysia dan Indonesia masih berada di satu rumpun yang sama, dan entahlah...di dalam imajinasi saya, mungkin saja nenek moyang Indonesia saat itu sedang duduk ngopi-ngopi dengan nenek moyang Malaysia, kemudian mereka mulailah menghabiskan waktu dengan bermain gitar, bernyanyi bersama dan menciptakan sebuah lagu/tulisan/apapun itu. Dan saat pulang ke rumah masing-masing, mereka berkata "Ini akan aku teruskan ke keturunanku"...as simple as that...dan mreka ngga sadar kalau itu akan menimbulkan perpecahan antar negara. Terus berimajinasi tentang hal tersebut, saya pun akhirnya mengurungkan niat untuk ikut mengumpat. 

Namun sebulan yang lalu, saya menyempatkan diri untuk berlibur ke Malaysia. Sejujurnya, negara tersebut tidak memberikan kesan apapun di dalam hati kami ketika kami terus berpindah dari negara satu ke negara yang lain. 

Hanya satu kejadian yang sangat saya ingat dari Malaysia adalah ketika saya bertamasya di Genting, Highland, Malaysia. Saat itu saya sedang berjalan-jalan di area permainan tersebut dan dari speaker saya mendengar lagu yang mengiringi langkah kami "Rasa Sayange". Entah, saat hati saya langsung menjadi geram dengan negara itu.

Melihat kemarahan saya, kemarahan masyarakat Indonesia, muncullah hipotesa bahwa ternyata rasa nasionalisme kita belum punah...tapi apakah hal tersebut bisa kita jadikan kesimpulan?

Kebudayaan adalah asal muasal dari seni. Di jaman globalisasi seperti sekarang ini, tidak ada dinding pembatas yang menjadi barrier akan hal apapun yang mencoba untuk masuk. Berbagai bentuk kesenian masuk dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Sebutlah konser-konser yang menghadirkan artis luar, kini semakin diminati.

Pertunjukan musik Jamiroquai, Phoenix, Sundaze misalnya...tidak pernah sepi pengunjung dan pertumbuhan pengunjungnya selalu positif. Namun seperti pertunjukkan teater Indonesia, wayang, lenong, selalu ada pengunjung, namun menyedihkannya, hanya orang yang itu itu saja, yang kita anggap konservatif atau ketinggalan jaman. Ironis nampaknya..

Sempat batik kembali 'in' di kalangan masyarakat Indonesia. Saya sangat gembira melihatnya, tetapi ternyata kegembiraan tersebut hanya berlangsung sementara. Batik hanyalah seperti tren lainnya yang datang dan pergi.

Entah, saya mau menyalahkan siapa. Apakah memang kebudayaan kita tersebut yang monoton dan membosankan? Atau memang kita yang tidak memiliki inisiatif untuk mengembangkannya? Saya rasa pernyataan kedua yang lebih tepat menggambarkan kondisi Indonesia sekarang ini. Dan kenapa tidak kita biarkan saja Malaysia yang mengelolanya?

Data yang saya miliki tercatat :

Turis mancanegara Indonesia sampai Juli 2009 baru mencapai 2.6 juta jiwa, sedangkan
Target Indonesia untuk turis mancanegara : 6.23 juta jiwa

dibandingkan dengan Malaysia..

Turis mancanegara Malaysia sampai Juli 2009 telah mencapai kurang lebih 13 juta jiwa dan
Target Malaysia untuk turis mancanegara : 26 juta jiwa

Bisakah Anda bayangkan bagaimana ketertinggalan kita terhadap negara yang miskin budaya tersebut? Strategi mereka adalah : 1. ya..anggaplah meng-klaim budaya tersebut adalah strategi utama mereka. 2. ternyata mentri pariwisata Malaysia tidak hanya 'jaga kandang'. Metri tersebut mengadakan 'tour' ke berbagai negara untuk mempromosikan Malaysia dan mengundang masyarakat di sana untuk datang ke Malaysia.

See? Mereka sangat concern dengan kebudayaan dan pariwisata negaranya. Bahkan negara kita :P

Malu ngga sih kita? Dan pantes ngga sih kita marah-marah karena ketidakmampuan kita menyaingi mereka...? Tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri kita sendiri, sepertinya umpatan yang kita lontarkan hanya akan menjadi sia-sia dan buang-buang tenaga untuk terus jalan di tempat.

Ini tidak boleh dibiarkan, kawan! 

Saya bertekat untuk berubah demi Indonesia. Anda?